Ringkasan Berita:
- Kuasa hukum Ruben Onsu menyindir Sarwendah sebagai pemegang hak asuh anak.
- Minola Sebayang menyinggung soal tanggung jawab orang tua terhadap anak, hingga soal harta.
- Minola juga mempertanyakan alasan Sarwendah melarang Ruben membayar langsung biaya sekolah anak.
- Klarifikasi pihak Sarwendah soal rincian biaya anak.
– Konflik antara presenter Ruben Onsu dengan sang mantan istri, Sarwendah, belum juga reda.
Berbagai persoalan baru muncul hingga membuat permasalahan semakin melebar.
Kubu Ruben Onsu dan Sarwendah terlibat saling serang di tengah gugatan hak asuh anak yang masih bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang melalui Instagram pribadinya @
minola6000
, pun diduga menyindir Sarwendah soal tanggung jawab orang tua.
Minola membandingkan tanggung jawab dan hak orang tua dengan seorang babysitter atau pengasuh anak.
”
*Hak asuh = hak dan tanggung jawab orang tua/wali secara hukum untuk mengasuh dan mengurus anak.
* Babysitter = orang yang dibayar untuk membantu mengasuh, mengurus dan merawat anak,
” tulis Minola, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Pengacara yang mengawali karier sejak 1994 itu lantas menyindir orang tua sebagai memegang hak asuh, tetapi dalam praktiknya justru lebih mengutamakan uang atau harta, dibandingkan kepentingan anak.
”
kalau ada orang yang punya hak asuh anak ternyata lebih mementingkan uang serta harta daripada mengurus anak dan mengutamakan hak anak apakah bisa dianggap seperti babysitter?? Mohon pencerahannya
,” sindir Minola.
Pertanyakan Alasan Sarwendah Halangi Ruben Onsu Tahu Rincian Biaya Sekolah Anak
Sebelumnya, Minola Sebayang turut membahas soal biaya sekolah anak Ruben Onsu.
Pasalnya, sebagai pihak yang bertanggung jawab pada biaya pendidikan anak, Ruben mengaku tidak diberi akses untuk mengetahui informasi rincian uang sekolah kedua putrinya.
Sarwendah disebut melarang presenter bernama lengkap Ruben Samuel Onsu itu membayarkan langsung ke sekolah, melainkan harus melalui perantaranya.
Bahkan dikatakan Minola Sebayang, Ruben berkirim surat kepada Sarwendah untuk menanyakan rincian biaya sekolah anak.
“Ketika Ruben dengan penuh tanggung jawab bertulis surat karena tidak mendapatkan informasi dari S, dan dia bertulis surat secara etika untuk mempertanyakan berapa sih biaya anak-anak sekolah biar saya bisa membayarkannya. Kenapa dikatakan keliru?,” kata Minola kepada awak media, dikutip Jumat (11/9/2026).
Upaya komunikasi langsung dengan Sarwendah juga sudah dilakukan Ruben, namun tidak juga mendapatkan jawaban
“Kan sudah dibicarakan sama ibunya, ‘mana biaya pemeliharaan dan pendidikan anak-anak? Mana?’.”
“Sampai hari ini dikasih apa enggak? Nggak dikasih,” ujar Minola.
Pemilik firma hukum Minola Sebayang & Partners itu lantas menyinggung soal kesepakatan kliennya dengan Sarwendah yang tertuang di dalam Akta 39.
Sesuai kesepakatan tersebut, Ruben lah yang berkewajiban membayar sekolah anak.
“Apalagi di dalam Akta 39 jelas-jelas dikatakan bahwa yang bertanggung jawab membiayai pendidikan anak-anak adalah ayahnya, bukan ibunya,” paparnya.
Sontak Minola mempertanyakan alasan Sarwendah menghalangi Ruben membayarkan langsung kepada pihak sekolah.
“Kita tanya ke sekolah mau dibayarkan kok dihalang-halangi?”
“Pertanyaannya adalah apa maksud dari dia untuk menghalang-halangi Ruben mengetahui, dan membiarkan Ruben untuk membayarkan uang sekolah itu?” tembaknya.
Dari situ lah muncul kecurigaan Ruben terhadap mantan anggota
girl group
Cherry Belle itu.
“Artinya kan patut diduga agar semua biaya itu melalui dia,” tandasnya.
Permasalahan Ruben dan Sarwendah berawal dari keluhan sulit bertemu anak.
Ruben merasa dipersulit bertemu anak sejak bercerai dari Sarwendah pada tahun 2024.
Sebagai bentuk protes, Ruben pilih menghentikan nafkah Rp200 juta untuk anak.
Hal itu memicu persoalan baru hingga berujung pada gugatan hak asuh anak.
Tanggapan Kuasa Hukum Sarwendah soal Belum Beri Rincian Biaya Nafkah Anak
Sebelumnya, Minola Sebayang mengaku kini kliennya menunggu rincian biaya yang biasanya dilakukan dengan sistem reimburse.
Untuk menanggapi itu, pihak Sarwendah diwakili pengacaranya, Abraham Simon, buka suara.
Ia heran mengapa baru kali ini Ruben meminta rincian biaya itu.
Padahal, selama ini pemberian nafkah dengan sistem reimburse sudah berjalan bertahun-tahun.
“Ini kembali lagi saya ulang. Bahwa memang apa yang dimintakan ini menjadi pertanyaan juga kepada publik, kenapa dimintakannya sekarang sedangkan hal itu sudah berlangsung jauh sebelum adanya perceraian, setelah perceraian, dan bahkan awal tahun 2026,” ungkap Simon, ditemui awak media di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (10/9/2026).
Pihaknya menekankan selama delapan bulan Ruben absen memberikan nafkah, Sarwendah diam saja tak melayangkan protes.
“Kemudian, ketika tidak dipenuhi apa yang sudah diinformasikan (rincian nafkah), klien kami tidak mengeluh. Klien kami dengan usahanya sendiri, dengan kemampuannya sendiri menafkahi anak-anak sampai sekarang kurang lebih delapan bulan ya,” jelasnya.
“Jadi kalau ditanyakan perinciannya kenapa belum dikasih, kapan mintanya?” cetus Simon.
Simon heran, mengapa pihak Ruben baru menanyakan itu di tengah situasi menjelang persidangan gugatan hak asuh anak.
“Kenapa ditanyakan sekarang di saat menjelang persidangan, agenda jawaban, dan seterusnya. Kalau memang ada niat baik, ya selayaknya bisa dilakukan jauh sebelum ini gitu,” sindirnya.