Penipuan perjalanan kini semakin sulit dikenali karena pelaku memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dan data curian untuk membuat situs web maupun pesan palsu yang terlihat meyakinkan.

Dilansir dari laman AP News dan The Seattle Times, Florent Silve dari platform manajemen perjalanan Engine dan Iskander Sanchez-Rola, pakar penipuan dari Norton, mengatakan penipuan kini dapat dibuat menyerupai komunikasi yang memang diharapkan wisatawan, termasuk dari hotel atau maskapai.

Karena itu, wisatawan perlu lebih berhati-hati selama merencanakan hingga menjalani perjalanan.

Berikut sejumlah modus penipuan perjalanan yang perlu diwaspadai dan cara menghindarinya.

Tips Hindari Penipuan Perjalanan

1. Waspada pesan soal reservasi hotel

Salah satu modus yang semakin sering digunakan adalah pembajakan reservasi hotel.

Penipu menghubungi wisatawan melalui email atau pesan teks dengan mengaku sebagai pihak hotel. Mereka kemudian mengatakan ada masalah dengan pembayaran atau reservasi dan meminta wisatawan segera melakukan tindakan melalui tautan yang diberikan.

Modus ini sulit dikenali karena informasi yang digunakan dapat berasal dari reservasi asli. Pelaku dapat memperoleh data hotel atau pemesanan setelah melakukan phishing terhadap staf hotel.

Jika menerima pesan seperti ini, jangan langsung mengeklik tautan atau melakukan pembayaran.

Wisatawan sebaiknya menghubungi hotel melalui situs resmi dan menggunakan nomor kontak yang tercantum di sana.

2. Jangan panik saat mendapat informasi penerbangan dibatalkan

Penipuan juga dapat dilakukan dengan mengirimkan pemberitahuan palsu mengenai pembatalan atau penundaan penerbangan.

Pelaku biasanya membuat situasi seolah-olah mendesak, kemudian menawarkan bantuan untuk melakukan pemesanan ulang dengan biaya tambahan.

Jika menerima pesan mengenai perubahan penerbangan, wisatawan sebaiknya memeriksa informasi langsung melalui situs atau portal resmi maskapai.

Apabila penerbangan memang dibatalkan, proses pemesanan ulang sebaiknya dilakukan melalui maskapai atau platform pemesanan yang sebelumnya digunakan. Hindari mengeklik tautan yang dikirim melalui pesan secara langsung.

3. Jangan unggah foto tiket pesawat

Wisatawan juga perlu berhati-hati ketika membagikan foto tiket pesawat atau dokumen perjalanan di media sosial.

Tiket pesawat dapat memuat informasi yang lebih banyak dari yang terlihat. Kode QR atau barcode, misalnya, dapat menyimpan informasi perjalanan tertentu, termasuk detail penerbangan.

Karena itu, hindari mengunggah foto tiket pesawat dan dokumen perjalanan ke media sosial, meskipun sebagian informasi pada tiket sudah ditutupi.

4. Periksa kode QR sebelum membayar

Kode QR yang digunakan untuk pembayaran di restoran atau kafe juga dapat dimanfaatkan sebagai modus penipuan.

Pelaku dapat menempelkan kode QR palsu di atas kode QR yang sebenarnya. Wisatawan yang memindainya kemudian bisa diarahkan ke sistem pembayaran yang dibuat oleh penipu.

Sebelum memindai kode QR, perhatikan apakah terdapat stiker yang terlihat ditempel di atas kode sebelumnya. Jika mencurigakan, tanyakan kepada staf restoran dan gunakan metode pembayaran lain.

5. Hati-hati menggunakan Wi-Fi publik

Wi-Fi gratis di bandara, hotel, kafe, atau tempat umum memang memudahkan wisatawan saat membutuhkan akses internet. Namun, jaringan tersebut juga dapat dibuat menyerupai jaringan resmi untuk mengelabui pengguna.

Jika wisatawan terhubung ke jaringan palsu, informasi pribadi berpotensi dicuri dan perangkat dapat disalahgunakan.

Saat menggunakan Wi-Fi publik, sebaiknya batasi aktivitas pada kebutuhan sederhana, seperti mencari rute menuju hotel atau destinasi. Hindari mengakses layanan penting seperti perbankan atau email melalui jaringan yang tidak benar-benar dipercaya.

Lebih teliti sebelum mengeklik tautan

Penipuan perjalanan kini tidak selalu terlihat dari tata bahasa yang buruk, tampilan situs yang aneh, atau pesan yang tidak masuk akal.

Dengan bantuan AI dan penggunaan data asli, pesan penipuan dapat dibuat semakin menyerupai komunikasi resmi.

Karena itu, wisatawan sebaiknya tidak terburu-buru mengambil tindakan ketika menerima pesan yang meminta pembayaran, perubahan reservasi, atau informasi pribadi.

Periksa kembali melalui kanal resmi perusahaan terkait sebelum melakukan tindakan apa pun.

By jkeck

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *