Pernahkah Mama menemukan kelopak mata si Kecil tampak merah dan agak bengkak? Di pangkal bulu matanya menempel kerak tipis yang membuat matanya terlihat lengket.

Mama mungkin langsung bertanya-tanya, ini belekan biasa atau ada yang lebih serius? Salah satu kemungkinannya adalah blefaritis, yaitu peradangan pada kelopak mata.

Tenang dulu, Ma! Sebelum Mama panik dan mencoba mengatasinya, Mama harus mengetahui kondisi yang dialami oleh bayi mama. Berikut


mengulas apa itu blefaritis pada bayi?

Yuk,simak sampai habis!

Apa Itu Blefaritis pada Bayi?

Blefaritis adalah peradangan pada kelopak mata.

Children’s Health Queensland

menjelaskan bahwa peradangan ini terutama menyerang tepi kelopak mata dan memang bisa terasa mengganggu, tetapi umumnya tidak mengancam penglihatan.

Menurut

Nationwide Children’s Hospital

, peradangan ini terjadi pada kelenjar minyak di kelopak mata sehingga kelopak membengkak dan muncul kerak di sekitar bulu mata. Kabar baiknya, blefaritis tidak menular.

Namun, ada satu hal yang perlu Mama tahu sejak awal. Kondisi ini bisa kambuh berkali-kali selama bertahun-tahun dan tidak ada obat untuk menyembuhkan sekali, tetapi gejalanya bisa dikendalikan lewat kebersihan kelopak mata yang baik.

Pada kasus tertentu, blefaritis berat bisa menimbulkan gangguan penglihatan atau perubahan permanen pada kelopak mata.

Apa Saja Penyebab Blefaritis pada Bayi?

Penyebabnya ternyata tidak tunggal, Ma. Berikut beberapa penyebabnya.


  • Infeksi bakteri pada kelopak mata

    Bakteri yang menempel di bulu mata dan tepi kelopak bisa memicu peradangan. Menurut

    Children’s Health Queensland

    , bakteri yang biasanya terlibat adalah

    Staphylococcus

    . Karena itu, menjaga kebersihan area mata si Kecil menjadi bagian penting dari penanganannya.


  • Kelenjar minyak yang tersumbat

    Di kelopak mata ada kelenjar kecil penghasil minyak.

    Children’s Health Queensland

    menyebut sumbatan pada kelenjar meibom ini bisa memicu peradangan. Itulah sebabnya kompres hangat dianjurkan untuk membantu melunakkan kerak dan membuka sumbatan.


  • Dermatitis seboroik, ketombe, atau eksim

    Masalah kulit juga bisa jadi biang keladinya. Melansir

    Nationwide Children’s Hospital,

    blefaritis dengan dermatitis seboroik adalah peradangan lapisan atas kulit yang membuat kulit merah, gatal, dan bersisik.


  • Mata kering

    Mata yang kekurangan air mata juga disebut sebagai faktor risiko, seperti dikutip dari

    Nationwide Children’s Hospital

    . Dengan kata lain, mata kering bisa menjadi faktor risiko sekaligus teman yang kerap datang bersama blefaritis.

Apa Saja Gejala Blefaritis pada Bayi?

Menurut

Nationwide Children’s Hospital

, gejalanya bisa berbeda pada tiap anak. Karena si Kecil belum bisa bercerita, Mama perlu jeli mengamati tanda-tanda berikut.


  • Kelopak mata merah dan bersisik

    Tepi kelopak mata tampak merah dan muncul sisik. Itulah gejala seperti yang disebutkan oleh

    Nationwide Children’s Hospital

    .


  • Kerak atau lengket di bulu mata

    Coba perhatikan pangkal bulu mata si Kecil, Ma. Melansir

    Children’s Health Queensland,

    kelopak bisa terasa berkerak atau lengket, dengan serpihan di bulu mata.


  • Mata gatal, perih, atau terasa terbakar

    Rasa tidak nyaman ini sulit diungkapkan oleh si Kecil. Menurut

    Nationwide Children’s Hospital,

    sensasi terbakar di dalam dan sekitar mata merupakan salah satu gejalanya. Karena itu, mata yang tampak merah menjadi petunjuk yang bisa Mama andalkan.


  • Cairan merembes dari kelopak mata


    Nationwide Children’s Hospital

    menyebut adanya cairan yang merembes dari kelopak mata sebagai salah satu gejala. Jadi, jangan tunda memeriksakannya bila Mama melihat tanda ini.


  • Si Kecil sering mengucek mata

    Menurut

    Nationwide Children’s Hospital,

    orangtua mungkin melihat anak mengucek matanya. Padahal, anak dilarang mengucek mata dan lebih sering mencuci tangan. Untuk bayi, Mama bisa membantu menjaga tangan mungilnya tetap bersih.

Apa Saja Jenis-Jenis Blefaritis?

Berikut jenis-jenis blefaritis pada bayi yang bisa Mama ketahui.


  • Blefaritis anterior

    Mengutip

    Stanford Health Care,

    jenis ini muncul di bagian luar kelopak mata, termasuk area tempat bulu mata menempel. Penyebabnya paling sering adalah pertumbuhan berlebih bakteri

    Staphylococcus aureus

    , tungau

    Demodex

    , atau perubahan kulit akibat dermatitis seboroik.


  • Blefaritis posterior

    Jenis ini muncul di sisi dalam kelopak mata yang bersebelahan dengan bola mata, seperti dikutip dari

    Stanford Health Care

    . Kondisinya berkaitan dengan masalah pada kelenjar minyak (meibom).


  • Blefaritis campuran

    Pada sebagian pasien, kedua jenis ini muncul bersamaan, seperti dikutip dari

    Stanford Health Care

    . Untuk memastikan jenisnya, Mama perlu memeriksakan si Kecil ke dokter.

Bagaimana Cara Mengatasi Blefaritis pada Bayi?

Mama tak perlu panik, sebab penanganan blefaritis umumnya dimulai dari perawatan sederhana di rumah.

Nationwide Children’s Hospital

menyebut tujuan perawatan adalah meredakan gejala, dan kasus yang berat mungkin perlu ditangani oleh dokter mata.

Karena panduan di bawah ini ditujukan untuk anak secara umum, konsultasikan dulu dengan dokter anak sebelum Mama mencobanya pada bayi.


  • Kompres hangat

    Kompres hangat membantu melunakkan kerak dan membuka sumbatan kelenjar minyak, seperti dikutip dari

    Children’s Health Queensland

    . Caranya, letakkan handuk kecil hangat di atas kedua mata selama 5–10 menit.


  • Bersihkan kelopak mata dengan sampo bayi

    Setelah mengompres, bersihkan kelopak mata dengan sampo bayi yang lembut. Menurut

    My Health Alberta

    , teteskan sedikit sampo bayi ke kain hangat, usap kelopak dengan lembut, lalu bilas hingga bersih.


  • Pijat kelopak mata dengan lembut

    Menurut

    Children’s Health Queensland,

    pijat kelopak mata sesaat setelah kompres hangat untuk mengeluarkan minyak dari kelenjar. Pijatan memakai jari kelingking atau kapas lidi selama sekitar 30 detik dengan mata tertutup.


  • Jaga kebersihan tangan dan cegah mengucek mata

    Melansir

    Nationwide Children’s Hospital,

    Mama dihimbau untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat mata si Kecil. Tangan si Kecil pun sebaiknya sering dicuci.


  • Gunakan obat sesuai anjuran dokter

    Mengutip

    Nationwide Children’s Hospital,

    salep mata tidak membuat blefaritis cepat sembuh, tetapi bisa membantu mencegah infeksi menyebar atau mengobati infeksi sekunder. Gunakan obat persis sesuai petunjuk dokter.

Pantau terus kondisi si Kecil selama perawatan. Mama disarankan untuk segera menghubungi dokter jika anak mengalami masalah penglihatan baru, mata terasa sakit, atau kelopak matanya berdarah.

Nah, itulah pembahasan mengenai apa itu blefaritis pada bayi? Semoga informatif dan bermanfaat, Ma!

Kelopak Mata Anak Meradang, Waspada Blefaritis
Bayi Menggosok Mata Artinya Apa? Bukan Selalu Tanda Ngantuk
Cara Mengobati Mata Bayi Belekan dan Berair, Penting Diperhatikan

By jkeck

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *