Arsitek peraih Pritzker Prize, Shigeru Ban, telah menyelesaikan sebuah hotel

wellness

di Pulau Awaji, Jepang.

Bernama Pasona Natureverse Retreat, hotel yang berada di ujung Pulau Awaji dekat Kobe ini dirancang untuk mengakomodasi masa tinggal jangka panjang dengan mengusung konsep Mibyo, yaitu pendekatan

preventive wellness

yang berfokus pada menjaga kesehatan sebelum seseorang jatuh sakit.

Konsep tersebut tidak hanya diterapkan melalui berbagai fasilitas kesehatan dan kebugaran, tetapi juga diterjemahkan ke dalam arsitektur bangunan. Tata ruang, pencahayaan alami, hubungan dengan lanskap, hingga penggunaan material dirancang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan fisik dan mental selama penghuni berada di dalamnya.

Pasona Natureverse Retreat menjadi proyek ketiga yang dirancang Shigeru Ban untuk perusahaan Jepang, Pasona Group, di Pulau Awaji. Sebelumnya, Ban juga merancang sebuah restoran beratap jerami dan tempat meditasi berbahan kayu di pulau tersebut.

Hotel lima lantai ini memiliki bentuk menyerupai huruf D yang dirancang untuk memaksimalkan lokasinya di antara kawasan pesisir dan hutan. Ban menjelaskan bahwa bentuk tersebut memungkinkan bangunan merespons dua karakter lanskap yang sangat berbeda melalui fasad yang juga memiliki karakter masing-masing.

“Dua struktur linear dengan karakter yang berbeda diintegrasikan menjadi satu denah berbentuk D yang mengapit atrium penuh cahaya,” ujarnya.

Area tengah bangunan dibuat terbuka dan mendapatkan pencahayaan alami dari

skylight

sehingga cahaya matahari dapat masuk ke bagian dalam hotel sepanjang hari. Kehadiran cahaya alami menjadi bagian yang relevan dengan konsep

wellness

yang diusung hotel.

Paparan cahaya pada siang hari berperan dalam membantu mengatur ritme sirkadian, yaitu sistem internal tubuh yang mengatur siklus tidur dan bangun. Dengan menghadirkan area komunal yang terang secara alami, arsitektur hotel tidak hanya menciptakan suasana yang lebih lapang, tetapi juga menghadirkan lingkungan yang terasa lebih dekat dengan kondisi alami di luar bangunan.

Pasona Natureverse Retreat memiliki 57 kamar yang mengelilingi atrium utama dengan pencahayaan alami dari

skylight

. Sebagian kamar menghadap ke laut, sementara sebagian lainnya menghadap ke hutan.

Posisi kamar yang menghadap dua lanskap berbeda tersebut juga memperkuat hubungan antara penghuni dengan alam. Pemandangan laut dan hutan dapat dinikmati dari ruang privat, membuat pengalaman menginap tidak sepenuhnya terpisah dari lingkungan Pulau Awaji.

Fasad yang menghadap daratan dihiasi deretan kolom kayu bergaya khas, sedangkan sisi yang menghadap laut dibuat lebih horizontal dengan balkon yang membentang sepanjang bangunan di setiap lantainya. Menurut Ban, desain tersebut dibuat untuk menciptakan hubungan yang lebih menyatu antara ruang dalam, ruang luar, dan pemandangan di sekitarnya.

Sebaliknya, fasad sisi pegunungan menggunakan susunan kolom berlapis kayu dengan ritme vertikal yang lebih klasik. Di bagian tengah bangunan terdapat kanopi kayu berukuran besar dan tangga utama yang menjadi area penyambutan bagi para pengunjung.

Konsep

wellness

menjadi fokus utama pengalaman menginap di hotel ini. Setiap tamu akan mendapatkan program

wellness

yang dipersonalisasi, mulai dari

thalassotherapy

,

hammam meditation

, yoga,

sound therapy

hingga aromaterapi.

Setiap kamar juga dilengkapi

private onsen

berupa pemandian air panas alami. Beberapa kamar bahkan memiliki tempat tidur dengan sensor yang dapat memantau pergerakan tubuh saat malam hari dan menyesuaikan posisi secara otomatis untuk membantu menciptakan kualitas tidur yang lebih baik.

Selain

wellness


clinic

dan ruang perawatan, Pasona Natureverse Retreat juga menyediakan ruang khusus

aerial

yoga dengan

hammock

berbahan kain yang digantung serta fasilitas

gym

. Hotel ini turut memiliki kolam renang

indoor

yang menggunakan air asin dari Laut Pedalaman Seto.

Tak hanya menawarkan fasilitas

wellness

, hotel ini juga memiliki lima restoran, beberapa di antaranya dikelola oleh

chef

peraih bintang Michelin, serta sejumlah kafe.

Di lantai tiga, terdapat sebuah

event hall

yang dirancang untuk pertunjukan musik secara langsung. Ruangan tersebut dilengkapi 500 panel jendela yang dihiasi karya seni, menambah pengalaman visual bagi pengunjung selama berada di dalamnya.

By jkeck

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *