Olahraga
pacuan kuda
di Indonesia kini tidak lagi sekadar dipandang sebagai kompetisi kecepatan di lintasan. Namun, kini mulai dikembangkan menjadi motor penggerak baru di sektor pariwisata (
sport tourism
) dan ekonomi kreatif.
Peluang besar tersebut ditangkap oleh Sarga.co yang terus memperluas jangkauan platform Indonesia’s Horse Racing (IHR).
Lewat platform ini, Sarga.co merancang sebuah ajang yang menyatukan kompetisi berkuda profesional dengan promosi kekayaan daerah serta hiburan premium bagi masyarakat.
Sarga.co, yang didirikan pada 2023, bertindak sebagai promotor pacuan kuda profesional pertama dan satu-satunya di Indonesia melalui kepemilikan IP IHR.
Sebagai perusahaan ekosistem premium 360° di bidang olahraga dan hiburan, Sarga.co memegang kendali penuh atas pengembangan acara dari hulu ke hilir.
Pengembangan yang dilakukan mencakup manajemen kekayaan intelektual, hak siar media, pengelolaan venue, hingga pembuatan konsep acara langsung yang menarik minat wisatawan.
Integrasi ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah-daerah yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi.
Jika pada 2025 IHR menggelar sembilan event dengan tema
The Race of Rising Stars
, tahun ini Sarga.co membawa visi yang lebih jauh melalui tema
Race to the World Stage
.
Mengembangkan Pacuan Kuda sebagai Ekosistem
IHR 2026 dirancang dengan cakupan yang lebih luas daripada sekadar kompetisi untuk mencari kuda tercepat. Setiap penyelenggaraan menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem yang mempertemukan olahraga, hiburan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta potensi lokal di daerah tempat event berlangsung.
Bersama PP Pordasi, Sarga.co menghadirkan delapan kejuaraan dalam kalender IHR 2026 yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Rangkaian tersebut telah dimulai sejak IHR Jateng Derby 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, pada 15 Februari. Agenda kemudian berlanjut dengan IHR Triple Crown Serie 1 & Pertiwi Cup di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 4 April.
Pada 10 Mei, kompetisi kembali digelar melalui IHR Triple Crown Serie 2 & Piala Raja Mangkunegaran di Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton. Perjalanan IHR berlanjut pada Juni melalui IHR Piala Paku Alam di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Salah satu agenda utama kemudian hadir melalui IHR Indonesia Derby 2026 yang berlangsung di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Pangandaran, Jawa Barat, pada 26 Juli.
Memasuki Agustus, IHR berlanjut melalui IHR Merdeka Cup 2026 di Sumatera Barat. Setelah itu, rangkaian kompetisi dijadwalkan menuju Kejurnas Seri II di Sulawesi Utara pada Oktober, sebelum ditutup dengan Piala Hamengku Buwono X di DI Yogyakarta pada November 2026.
Sebaran lokasi tersebut menjadi bagian penting dari konsep IHR. Setiap daerah memiliki karakter, sejarah, dan tradisi berkuda yang berbeda, sehingga kompetisi tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga membuka kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan lokal kepada audiens yang lebih luas.
Membuka Jalan Menuju Panggung Internasional
Tema
Race to the World Stage
tidak hanya menjadi slogan. Sarga.co mulai menerjemahkannya melalui peningkatan kualitas produksi dan distribusi siaran IHR.
Untuk pertama kalinya, sejumlah event IHR diproduksi dengan siaran berbahasa Inggris. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi untuk memperkenalkan pacuan kuda Indonesia kepada penonton dan komunitas internasional.
VP Marketing & Operation Sarga.co, Kevin Jonathan, mengatakan peningkatan kualitas produksi siaran menjadi salah satu langkah nyata untuk membawa IHR menuju audiens global.
“Memproduksi sebuah siaran berstandar internasional untuk menjangkau masyarakat global merupakan salah satu implementasi dari tema IHR 2026 yaitu Race to the World Stage. Kami berharap siaran IHR berbahasa Inggris ini dapat menjadi pintu masuk perhatian dan minat audiens dan komunitas dunia terhadap pacuan kuda di Indonesia,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, pengalaman menikmati pacuan kuda tidak lagi terbatas pada penonton yang datang langsung ke arena. Produksi siaran yang lebih modern membuka ruang bagi kisah di balik perlombaan untuk dikenal lebih luas, mulai dari performa kuda dan joki hingga karakter daerah yang menjadi lokasi penyelenggaraan.
Pada akhirnya, yang ingin dibawa ke panggung global bukan hanya pertandingan, tetapi juga cerita mengenai pacuan kuda Indonesia dan ekosistem yang tumbuh di sekitarnya.
Modernisasi Tanpa Menghilangkan Akar Tradisi
Pengembangan olahraga pacuan kuda tentu tidak dapat dilepaskan dari sejarah dan tradisi yang telah membentuknya selama bertahun-tahun.
Direktur Komersial Sarga.co, Diana Airin, mengatakan perkembangan IHR tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir sebuah perlombaan. Ada proses yang lebih panjang untuk membangun industri pacuan kuda yang profesional sekaligus tetap memiliki hubungan kuat dengan akar budayanya.
“Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan IHR sepanjang 2026. Bagi kami, IHR bukan hanya mengenai siapa yang menjadi juara di lintasan, melainkan juga bagian dari perjalanan untuk membangun pacuan kuda Indonesia menjadi semakin profesional dan modern, sekaligus tetap menghargai tradisi dan kearifan lokal,” katanya.
Semangat tersebut tercermin dari pemilihan venue IHR yang berada di berbagai wilayah dengan latar budaya berkuda yang beragam.
Lintasan di Jawa, misalnya, membawa sejarah dan tradisi yang berbeda dengan pacuan kuda di Sumatera Barat maupun Sulawesi Utara. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan bagi IHR untuk menghadirkan pengalaman yang lebih beragam.
Dengan demikian, venue tidak hanya berfungsi sebagai tempat pertandingan. Kehadiran IHR juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter, budaya, serta potensi masing-masing daerah kepada penonton.
Dari Tradisi Nusantara Menuju Dunia
Pacuan kuda merupakan bagian dari warisan olahraga yang telah berkembang dalam berbagai tradisi masyarakat di Indonesia. SARGA.CO melihat sejarah tersebut bukan sebagai sesuatu yang harus ditinggalkan ketika industri bergerak menuju modernisasi.
Sebaliknya, warisan tersebut menjadi fondasi untuk membangun wajah baru pacuan kuda Indonesia.
Melalui Indonesia’s Horse Racing, Sarga.co mencoba mempertemukan tradisi dengan pendekatan industri modern. Kompetisi dikembangkan secara lebih profesional, produksi siaran ditingkatkan, pengalaman penonton diperluas, dan peluang komersial dibuka lebih jauh.
Perjalanan IHR 2026 menjadi bagian dari visi tersebut. Dari berbagai lintasan di Nusantara, SARGA.CO ingin memperkenalkan pacuan kuda Indonesia kepada audiens yang lebih luas dan menunjukkan bahwa olahraga ini memiliki sesuatu yang lebih besar untuk ditawarkan.
Bukan hanya sejarah dan tradisi, tetapi juga masa depan yang berpotensi menuju panggung dunia.
(red)